Njimas dan bank swis
Njimas dan bank swis , Njimas Entjeh, bank swis . Artikel ini ditulis terkait Njimas Entjeh dari berbagai sumber , Njimas Entjeh , artikel ahli waris bukan membenarkan bahwa yang tertulis adalah ahli waris nya yang sah . Namun juga tidak menyalahkan . namun hanya sekedar catatan Muhammad Basuki Yaman terkait adanya jaringan mafia tanah yang beraksi di Dago , Rekayasa kolusi saling gugat yang terkait dengan jaringan dago elos muller dkk yang menyebutkan eigendome verponding nomor 11882 atas nama george hendrik muller namun ada pihak yang mengklaim dengan atasnama yang berbeda
Setelah Nusantara Investasi 111 Tahun: Kini Sudah Ribuan Triliun Dollar AS
”RAKYAT layak mendapatkan bonus kemerdekaan setelah Nusantara melakukan investasi selama 111 tahun sejak tahun 1913 hingga sekarang. Semua investasi itu tercatat pada 886 rekening di berbagai bank dan negara di dunia saat ini. Bahkan tanah Nusantara (a land bil land) dalam perjanjian The Promised Land 17 Juli 1917 menjadi jaminan pecetakan uang 126 negara dan jaminan obligasi 153 negara di dunia. Hasilnya sekarang bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Namun sayang banyak anak bangsa Indonesia tidak memahaminya.”
PADA awal abad ke-20, ketika penduduk dunia belum genap 2 miliar, Nusantara telah melakukan investasi jangka panjang sejak tahun 1913. Sekarang sudah 111 tahun (2023) lamanya investasi itu, penduduk dunia sudah mencapai 7 miliar (2024). Kini rakyat Nusantara yang kini bernama Indonesia, tinggal memetik hasilnya. Ini sekaligus persiapan menyongsong ketika penduduk dunia mencapai 11 miliar pada tahun 2100 atau awal abad ke-22.
Periodisasi investasi Nusantara itu memang sudah dimulai sejak tahun 1913 (zaman penjajah Belanda) hingga tahun 2045 (Tahun Emas Indonesia). Soekarno telah diberi kepercayaan untuk melanjutkan program investasi tersebut hingga terbentuknya peradaban baru manusia di planet bumi (the world of order). Zaman ketika planet bumi sudah tidak mampu lagi menampung kehidupan manusia.
Jenis investasi yang dilakukan nenek moyang bangsa Indonesia, jika menggunakan kacamata sekarang, nampaknya tak masuk akal. Dan risih menceritakannya. Sebab apapun alasan yang kita sampaikan, akan dianggap hoax. Tetapi apabila menggunakan akal sehat, dan berpikir runut secara saintifik, kita bisa membaca bagaimana situasi dunia ketika bumi masih dihuni kurang dari 1 miliar manusia. Saat itu nenek moyang Nusantara (kini Indonesia) telah melakukan investasi.
Setelah penulis melakukan investigasi dan penelitian selama lebih dari 30 (tiga puluh) tahun di Eropa, Amerika Serikat, dan Cina, merasa perlu mempublikasikan tentang investasi Nusantara ini. Karena dunia internasional pernah berusaha untuk menutupi sejarah aset dan investasi yang dilakukan oleh Nusantara ini. Sebab, tidak ada satu perguruan tinggi pun mau melakukan riset tentang ini. Bahkan tidak ada literatur yang dapat dibaca dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Tetapi penulis mengkajinya secara saintifik sehingga bisa diukur dan diuraikan. Semoga periodisasi investasi Nusantara ini akan membantu bangkitnya Indonesia di era kepemimpinan Prabowo Subianto mulai Oktober 2024 mendatang.
Periode The Promised Land
Periode ini berjalan dari 1913 hingga 1928. Tentu saja pada periode ini, Indonesia belum bernama. Semua wilayah yang meliputi wilayah Indonesia sekarang, termasuk Papua dan Serawak adalah wilayah jajahan kolonial Belanda. Luas wilayah jajahan Nederland Indische hampir sepertiga bumi kala itu. Pada periode ini, Gubernur Jenderal Onderneming (Belanda) John Henry van Blommestein bersama istrinya Nyimah Entjeh (Siti Aminah), Rothschild, dan Rockefeller mendirikan bank sentral dunia di Amerika Serikat bernama Federal Reserve Bank dengan saham terbesar hingga 70% (tujuh puluh persen) Nyimas Entjeh pada tahun 1913.
Gubernur Jenderal Onderneming Perkebunan seluruh Nusantara selalu memberikan laporan secara administrasi kepada Raja Willem II (Raja Belanda). John Henry bersama Nyimas Entjeh melakukan perjanjian The Promised Land (A Land Bill Land) 17 Juli 1917 untuk mengkonversi tanah milik Nusantara menjadi jaminan pencetak 126 mata uang dunia. Bahkan pada 25 Juli 1919, seluruh Eirgendom (Acte Van Eigendom) Nyimas Entjeh dijadikan kolateral obligasi 153 (SI C.300 atau MT760) negara. Eigendom itu telah menjadi “The Land of Certificate International”. Kelak inilah cikal bakal 886 rekening di negara yang bersangkutan atas nama White Spiritual Boy yang dirilis oleh IMF, World Bank Group, dan The Committee 300 tahun 2012.
Kemudian Nyimas Entjeh, memindahkan bank di Jawa ke Switzerland dengan nama baru Union Bank of Switzerland (UBS). Bank ini sebagai gubungan dari 4 bank di Indonesia yakni Bank Tani Nelayan, Bank Gule Kelopo, Bank Rempah-rempah, dan Bank Sutra melalui perusahaan yang saham seluruh dimiliki keluarga besar Nyimas Entjeh. Bank UBS berperan sebagai Bank Collateral House pencetakan 126 mata uang dan obligasi 153 negara di dunia dengan jaminan Eirgendom Nyimas Entjeh tadi.
Sebelum Nyimas Entjeh meninggal dunia tahun 1944 (diracun oleh Jepang), Nyimas Entjeh sempat menyerahkan kepada Soekarno untuk melanjutkan usaha yang telah dirintisnya guna mendirikan Nusantara Kerajaan Rakyat Indonesia (NKRI). Para tokoh perjuangan saat itu lebih suka memilih negara demokrasi ketimbang monarki. Sehingga NKRI kemudian menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Secara otomatis pula kemudian hak Nyimas Entjeh atas FED, World Bank, IMF, BIS, dan UBS diteruskan oleh Soekarno yang kemudian dikenal M1 dalam sistem keuangan dan perbankan dunia sekarang.
Pada periodisasi ini, masih perlu kajian dan penelitian yang mendalam tentang peran Nyimas Entjeh ini. Yang penulis sampai ini hanya sekilas pandang berdasarkan dokumen yang penulis baca dari keluarga Nyimas Entjeh. Karena Soekarno sendiri berkenalan dengan Ibu Inggit Garnasih ketika sering berkunjung ke kediaman Nyimas Entjeh di Bandung. Saat itu Ibu Inggit menjadi desainer dan penjahit busana keluarga Nyimas Entjeh. Apalagi teman kuliah Soekarno di ITB kala itu adalah anak angkat Nyimas Entjeh bernama Herman Cantius van Blommestein alias Otto.
Periode Recalling Asset
Pada periode ini berlangsung 1928 hingga 1965. Tahun 1928 ketika Soekarno masih berumur 27 tahun, ada 128 Raja Nusantara dibawah koordinasi PB X menyerahkan mandat kepada Soekarno untuk menata aset dan investasi Nusantara yang tersebar di berbagai negara yang dilakukan oleh beberapa konsultan keuangan dunia seperti Rothschild, JP Morgan, Rockefeller, dan lainnya. Pada masa ini terbitkan beberapa dokumen bank atas nama orang-orang yang dipercaya Soekarno
pada masa itu. Seperti atas nama Suwarno, Chaerul Fatullah, Sarinah, Ronggolawe, Kiyai Djawahir, Danarasa, dan sebagainya. Soekarno banyak mempercayakan kepada sahabatnya tentang penitipan aset investasi ini. Namun, setelah tokoh tersebut meninggal dunia, hak aset tidak otomatis jatuh kepada anak keturunannya dan tidak bisa dihibahkan atau dikuasakan kepada pihak lain, tetapi kembali ke aset induk. Sahabat Soekarno banyak yang sudah tiada. Kini semua kendali aset dan investasi ada ditangan M1 yang lahir tahun 1901 (menurut dokumen kalangan ahli keuangan Yahudi dunia yang penulis baca, red).
Selain penyerahan aset dan investasi ini, Soekarno diberi tugas yang bernama Plan the Experts. Dengan aset ini Seokarno diminta untuk menjalankan 5 (lima) tugas utama. 1). Menghapus sistem kolonialisme (break dwon colonialism). 2). Memerdekakan bangsa dan menciptakan kesetaraan (free the nations and create equal start). 3). Mengontrol pinjaman negara yang baru merdeka (control the new nations through debt). 4). Menyatukan dunia (unity the world). 5). Berbuat baik sebanyak mungkin kepada sebanyak mungkin orang (as good as possible for as many as possible).
Periode Collection of Assets
Pada periode ini berjalan dari 1965 hingga 2000. Soekarno mulai menata aset yang tersebar di berbagai perbankan dan negara. Saat usaha itu sedang berlangsung, sistem yang dibangun dihijack oleh Rothschild pada tahun 1965 dengan memperlemah peran politik Soekarno melalui Peristiwa G30S/PKI.
Para tokoh yang dipercaya pada periode Recalling Assets mulai kehilangan kepercayaan. Beberapa orang kepercayaan Soekarno mulai goyah ketika Soekarno wafat tahun 1970. Sehingga Tim yang telah dibentuknya melakukan kerja ekstra ketat, agar aset Nusantara tersebut tidak dapat dicairkan sebelum masanya. Usaha mereka berhasil, sehingga sampai kini tidak ada aset yang telah diinvestasikan itu cair hingga sekarang.
Tetapi pada periode ini semua aset yang telah diinvestasikan terbukukan dengan baik dalam sistem perbankan. Sehingga semua aset yang telah diinvestasikan tercatat secara profesional baik di FED maupun di UBS. Bahkan IMF, World Bank Group, dan BIS (Bank for International Settlements) bekerja secara sempurna hingga saat ini.
Periode Digitalisasi Aset
Pada periode ini berlangsung dari tahun 2000 hingga 2014. Pada periode ini telah terjadi proses digitalisaai aset melalui perbankan dengan menggunakan satu portal menggunakan teknologi Quantum Financial System (QFS). Pada periode ini, semua dokumen-dokumen yang pernah tercetak pada periode sebelumnya dinyatakan tidak berlaku walaupun pihak bank mengakui bahwa dokumen tersebut dinyatakan asli, tetapi sudah tidak bisa diproses lagi.
Karena sekarang, kendali sistem keuangan dan perbankan investasi aset Nusantara telah berada dalam satu kontrol penuh oleh Tim IT M1. IMF, World Bank Group, dan The Committee 300 telah merilis 886 account di bawah nama "White Spiritual Boy" (Anak Dewa). Nanun rintisan dibawah King ASM (Antonio Santiago Marthin) merupakan akal-akalan belaka. Usaha ini sebagai rekayasa terbesar untuk membongkar sistem perbankan dan keuangan yang telah dibangun Soekarno. Tetapi upaya ini, lagi-lagi gagal. Tetapi nama bank, nomor rekening, dan nilai yang sangat fantastis itu mendekati kebenaran. Data itu ada kesesuaian dengan data yang dimiliki Tim IT M1.
Ternyata uang yang ada di 886 account tersebut tidak bisa cair, kecuali oleh Soekarno saja alias komando Tim IT Soekarno. Nilai yang ada setiap rekening tersebut dirilis berikut nomor rekening. Tetapi semua rekening itu dibawah nama White Spiritual Boy agar dunia merasa nyaman, ketimbang menggunakan nama Soekarno. Pada periode ini dokumen bank tidak lagi berada pada perseorangan, tetapi telah berada dalam wadah atau satu portal yang sistem servernya berada pada dimensi lain alias tidak diketahui keberadaannya. Pada periode ini, aset Nusantara sudah bisa ditransaksikan melalui maya (nirkabel) banking ke seluruh bank di dunia.
Pada periode ini, berjalan dari tahun 2014 hingga 2025. Pada periode ini, semua aset Nusantara yang telah diinvestasikan di berbagai negara seperti tercantum dalam periode pertama pada berbagai bank sudah bisa digunakan melalui QFS. Hanya saja beberapa bank di dunia, termasuk Indonesia tidak mengerti sistem yang dianut oleh Quantum Financial System ini. Hukum bank warisan Belanda yang dianut di Indonesia harus segera diubah. Perbankan di Indonesia harus direformasi total, agar investasi Nusantara selama 111 (seratus sebelas tahun) sejak 1913 tersebut bisa digunakan oleh bangsa Indonesia. Misalnya, pengiriman antarbank, QFS tidak memerlukan bukti kirim.
Kedua, pada QFS, uang yang sudah dikirim secara otomatis CUSIP Number dan ISIN Code aset berupa kolateral, otomatis ON, sehingga uang yang dikirim tidak membutuh kolateral dan tidak perlu uang kertas. Pada masa ini, uang kertas memang tidak dibutuhkan lagi. Transaksi di dunia modern tidak membutuhkan uang kartal. Dunia modern hanya membutuhkan transaksi dagang dengan uang giral, sebuah angka atau data uang yang tersimpan di bank.
UBS terang-terangan mengatakan bahwa sistem keuangan dan perbankan Indonesia tidak sesuai dengan sistem perbankan yang mereka anut alias ketinggalan zaman. Akibat beda sistem bank yang dianut, banyak bank papan atas dunia enggan membuka cabang operasional di Indonesia.
Periode New World of Order
Periode ini berlangsung tahun 2025 hingga 2045. Adalah periode Indonesia Raya. Indonesia Emas. Dimana di Indonesia sudah memiliki Bullion Bank, Offshore Island (Billiton Offshore Island), memiliki hi-tech industries serta memiliki pertahanan negara yang mumpuni. Setara dengan negara adidaya sekarang.
Pada periode ini, rakyat Indonesia berobat gratis tanpa iuran BPJS, anak Indonesia bebas belajar dan kuliah tanpa UKT. Tidak ada lagi rakyat miskin. Tidak ada rakyat tanpa rumah layak huni. Negara akan membangun rumah layak huni bagi rakyatnya tanpa perlu Tapera. Pokoknya, saat Indonesia memasuki 100 tahun kemerdekaannya, saatnya negara memberikan kehidupan nyaman dan bonus kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa dibebani pajak, setelah selama 111 tahun Nusantara melakukan investasi di seluruh dunia.
Pada periode ini, Indonesia telah menjadi negara adidaya dan mercu suar dunia. Lalu dunia juga sedang menata kehidupan baru dan peradaban baru (New World of Order). Dunia peradaban baru bagi kehidupan umat manusia menyongsong masyarakat industri 5.0. Rakyat makmur dan sejahtera sesuai cita-cita para pendiri bangsa. Bravo Indonesia.***
Komentar
Posting Komentar